MITOS DAN CERITA RAKYAT MASYARAKAT ADAT BANCEUY, SUBANG

Bookmark and Share
             Pada masyarakat banceuy terdapat beberapa cerita terkait mengenai sejarah maupun mitos dan cerita rakyat lainnya. Dalam masyarakat banceuy seperti dongeng Tangkuban perahu, Lutung Kasarung merupakan dongeng yang pada masyarakt banceuy pada umumnya telah mengetahui karena dongeng tersebut telah banyak dipublikasikan dan terutama dongeng tersebut merupakan dongeng yang terkenal di Jawa Barat khususnya daerah subang ( Tangkuban Perahu).

             Terkait dengan cerita sejarah yang ada di banceuy, hal ini sangat menarik dimana cerita sejarah ini terkait dengan perkembangan desa banceuy seperti cerita berdirinya desa Negla sebelum mendajadi banceuy, dulunya terdapat bencana yang menimpa desa negla berupa angin puting beliung, ada yang mengatakan angin tersebut merupakan kiriman dari penguasa alam, dan ada juga yang mengatakan sebuah bencana alam yang terkait dengan manusia dengan alam. Berawal dari bencana tersebut datang terdapat tujuh tokoh yang menurut masyarakat setempat merupakan sesepuh dan karuhun yang mendirikan desa negla kembali dan berganti nama dengan banceuy. Ketujuh tokoh ini merupakakan tokoh yang sangat berjasa tetapi tidak semua masyarakt banceuy mengetahui nama ketujuh tokoh tersebut, tetapi mereka menganggap ketujuh tokoh tersebut adalah asal leluhur mereka.

            Selain sejarah diatas, terdapat cerita mengenai seorang tokoh yang oleh masyarakat banceuy merupakan tokoh yang menjadi penjaga dan penyelamat desa banceuy. Aki letik atau raden syaikh jamaludin dan ada juga sebagian orang yang menyebut dengan Raden Ismail Saleh, merupakan tokoh yang mampu menyelamatkan desa banceuy dari ganguang seperti pencurian dan keributan, sosok aki letik menurut masyarakat bancey merupakan orang yang kuat, tegas dan pembela panji kebenaran. Menurut sumber yang kami dapatkan aki letih memiliki tubuh yang kecil dan bisa masuk kedalam lubang jarum, aki letik juga memiliki kemampuan untuk duduk dan berjemur diatas pohon pisang, aki letik bisa mengubah air ludahnya menjadi api sehingga orang tidak ada yang berani kampung banceuy, dan aki letik dianggap sebagai penjaga desa banceuy. Selain itu aki letik juga yang menggagas ataupun seorang pionir yang memulai sistem irigasi dan pertanian di desa banceuy. Sekarang makamnya terletak di arah barat desa banceuy, tepatnya diarah perkebunan masyarakt, kini makamnya menjadi makam keramat yang banyak diziarahi oleh masyarakat banceuy untuk melakukan ritual atau doa, salah satunya yang dilakukan oleh pemuda-pemuda yang mau melakukan pertandingan sepak bola, mereka tudur semalaman dimakam aki letik untuk mendapatkan doa, serta ritual-ritual lain yang dilakukan.

          Cerita selanjutnya berupa curug yang terdapat di daerah banceuy yang merupakan tempat turunya tujuh bidadari memalui perantara pelangi, di curug tersebut ada juga yang mengatakan bahwa curug tersebut merupakan tempat yang dijaga dan dianggap sacral dan keramat karna terdapat tujuh ular yang menjaga curug tersebut.

          Dari beberapa cerita di atas atau cerita yang terdapat pada masyarakat banceuy, tidak semua masyarakat banceuy mengetahui persis cerita tersebut, mereka hanya secara garis besar cerita tersebut, seperti dongeng tangkuban perahu, lutung kasarung, sedangkan cerita mengenai aki letik dan curug hanya diketahui dan di pahami oleh masyarakt banceuy yang pada umumnya sudah tua atau sepuh.

             Melihat dari masalah penelitian dan tujuan penelitian, kami hanya menjelaskan lebih rinci satu cerita saja, dalam hal ini melihat kerbatasan waktu dan yang ada dilapangan untuk itu kami akan menjelaskan mengenai cerita curug yang kami anggap lebih memiliki kreteria dalam masalah dan tujuan penelitian kami.


CURUG BENTANG



 Di daerah banceuy terdapat tiga buah curug yaitu curug bentang, curug bedil dan cole angka atau yang disebut curug gangga. Terdapatnya cerita yang terkait dengan penamaan curug yang juga memiliki cerita dimana terkait dengan kehidupan masyarakat banceuy yaitu curug bentang.

            Asal mula penamaan curug bentang berawal dari kisah adanya tapak tilas yang dilakukan oleh bung karno yang bertujuan untuk mencari ilmu kenegaraan agar Indonesia menjadi satu Negara nusantara, sukarno melaukan tapak tilas di daerah wangun harja merupakan tempat padepokan tersebesar yang juga merupakan tempat prabu siliwangi (raja padjajaran) bertapa, bung karno mendapatkan titah setelah bersemedi di batu yang berbentu kapal yaitu berpata kembali di daerah negla tepatnya di curug bentang. Sedangkan nama curug bentang tersbut berasal dari bintang, dalam hal ini ketika bung karno bersemedi di curug bentang, ia mendapaknan titah di air terjun tersebut berupa tujuh cakra sunda dari bintang yang diturunkan oleh snghiyang widi melaui perantara ibunda nyi roro kidul (ratu pantai selatan) yang berupa tujuh cakra sunda yang berisi tujuh putri, ketujuh tersebut terdiri dari kembang cangkok wijaya kusuma, yang terdiri dari nyai ratu timun, kembang kendis, klenting jawa, nyai masayupurbaningrum, ambar laweh, melalur ayu, sembiluh taman.

                 Terkait penuturan masyarakat di curug bentang, terdapat tujuh ualar penjaga curugyang merupakan jelmaan dari ketujuh putri tersebut yang bersosokkan ular dengan sisik terbalik dan juga masyarakt banceuy mengatakan terdapat harta yang sangat berharga, katanya, apabila harta tersebut didapatkan, maka hutang-hutang Indonesia akan lunas semua, kabar lain dari informan bahwa kedalaman curug tersebut tidak diketahui kedalamannya, pernah dicoba dan di ukur menggunakan bambu sepanjang 25 meter, tapi belum juga mentok. Hal ini menimbulkan isu bahwa curug tersebut bisa tembus ke laut pantai selatan tempat nyi roro kidul, maka dari itu foto bung karno dan foto nyi roro kidul di gandengkan di hotel pelabuhan ratu kamar 108.

 Keterkaitan sejarah curug bentang dengan fenomena sekararang

Terkait dengan kondisi curug bentang sekarang menjadi salah satu tempat dilakukannya ritual ataupun semedi yang dilakukan oleh masyarakt untuk mengharapkan apa yang diinginkan. Fenomena menarik banyaknya orang yang berada diluar banceuy melakukan ritual pemohonan doa untuk tujuan tertentu, seperti kenaikan pangkat, mendapatkan jabatan serta hal-hal yang terkait dengan permohonan si peminta doa.

 Hal ini bisa disimpulkan bahwa dengan adanya sejarah yang terkait dengan penamaan curug bentang menjadi salah satu factor yang menyebabkan orang melakukan ritual pemohonan doa di curug, karna curug tersebut merupakan tempat diterimanya titah dari sanghiyang widi kepada bung karno.




padepokan tertinggi




suasana di desa banceuy



penulis berwudhu di curug bentang



batu kapal, tempat bertapanya bung Karno



penulis berpose di curug bentang pada senja hari


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar