MOTIF MANUSIA

Bookmark and Share
1.      Pengertian  Motif

·         Menurut Wiakel, 1996 (dalam DR. Nyanyu Khodijah, 2006), menyatakan Motif adalah pengerak dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu demi suaatu tujuan tertentu.
·         Menurut Aswar (dalam DR. Nyanyu Khodkijah,2006) disebutkan, bahwa Motif adalah suatu keadaan, kebutuhan, atau dorongan dalam diri seseorang yang disadari atau tidak disadari yang membawa kepada terjadinya suatu perilaku.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa motif merupakan suatu dorongan dan kekuatan, yang berasal dari dalam diri seseorang baik yang disadari maupun yang tidak disadari  unuk mencapai tujuan tertentu.

Motif merupakan salah satu aspek psikkis yang paling berpengaruh dalam tingkah laku individu. Motif diartikan sebagai suatu keadaan yang sangat kompleks dalam organisme  (individu) yang  mengarahkan perilakunya paada suatu tujuan, baik disadari atau tidak. Perilaku tersebut bertujuan untuk mendapatkan inseiatif, jadi dapat disimpulkan bahwa adanya keinginan diluar need dan drive untuk memperoleh sesuatu hal. Pengertian motif pun sangat beragam dari beberapa ahli yag membahas pokokmpersoalan ini.

Drives  didasarkan adanya dorongan untuk pemenuhan kebutuhan dasar sedangkan need lebih sering digunakan pada keinginan – keinginan kebutuhan yang dianggap kurang dalam suatu kebutuhan – kebutuhan individu. Walaupun arti sebenarnya dapat di bedakan akan tetapi penggunaan need ,drives dan motif itu sendiri sering dikaburkan. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang melahirkan perilaku individu.

Motif juga diartikan sebagai yang memberikan arahan dan energi pada perilaku. Arah dan energi inilah yang sering disebut juga dengan motivasi (movere[latin], to move, motive). Jadi sangat erat kaitannya antara kedua kata tersebut. Untuk membedakan secara rinci tergantung pada penggunaan kalimat saja, contoh;
Beberapa hari ini Andi belajar dengan giat*
*Kenapa Andi belajar dengan giat? Ada apa dengannya? [ Anda bertanya motif yang membuat Andi belajar dengan keras]. Adanya dorongan achievement motive (dorongan  berprestasi) yang dimiliki oleh Andi membuat semangat belajar menjadi tinggi [motivasi Andi adalah mendaaptkan beasiswa dari sekolah]

2.                  Macam-Macam Motif
a.       Motif  tunggal, motif bergabung
Motif  kegiatan,kegiatan kita dapat merupakan motif tunggal atau motif  bergabung. Misalnya, mendengarkan Warta Berita RRI mungkin mempunyai motif yang umum,mungkin juga bermotif  lain. Contoh lain,apabila seseorang menjadi suatu perkumpulan,maka motif-motifnya biasanya bergabung.
Dengan demikian, orang yang bersangkutan, mungkin mempunyai bermacam-macam motif yang sekaligus bekerja dibalik perbuatan,menggabungkan diri dalam organisasi itu, tetapi biasanya perbutan itu terdorong dengan satu motif utama dan beberapa motif  tambahan yang mungkin, merupakan rincian,dari motif utama itu.

b.      Motif  biogenetis
Merupakan, motif yang berkembang pada diri orang dan berasal dari organismenya sebagai mahkluk biologis. Motif-motif  biogenetis merupakan, motif-motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme orang demi kelanjutan,kehidupannya secara biologis. Motif  biogenetis ini  bercorak universal dan kurang terikat dengan lingkungan kebudayaan, tempat manusia itu berada dan berkembang. Contoh :  lapar,haus, kebutuhan akan, kegiatan dan istirahat, mengambil nafas,buang air, dsb

c.       Motif  Sosiogenetis
Merupakan, motif-motif  yang dipelajari orang dan berasal dari lingkungan, kebudayaan, tempat orang itu berada dan berkembang. Motif sosiogentis tidak berkembang dengan sendirinya tetapi berdasarkan interaksi sosioal dengan orang-orang atau hasil kebudayaan orang.  Macam motif sosiogenetis banyak sekali dan berbeda-beda sesuai dengan perbedaan-perbedaan  yang terdapat diantara berbagai corak kebudayaan di dunia. Contoh : keinginan untuk mendengarkan musik Chopin atau musik legong bali, keinginan untuk membaca sejarah Indonesia,keinginan untuk bermain sepak bola, dsb.

d.      Motif  Teogenetis
Motif yang berasal dari interaksi manusia dengan Tuhan seperti yang  terwujud dalam ibadahnya dan dalam kehidupannya sehari-hari dimana ia berusaha merealisasikan,norma-norma agamanya. Sementara itu manusia memerlukan interaksi dengan Tuhanya untuk dapat menyadari akan tugasnya sebagai manusaia yang berketuhanan  di dalam masyarakat yang heterogen. Contoh : keinginan untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa ,keinginan untuk merealisasikan norma-norma agamanya menurut kitab suci, dll.

Menurut WoodWorth dan Marquis, 1957 (dalam DR.Nyayu khodijah,2006), motif itu dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

§         Motif  yang berhubungan dengan kebutuhan Kejasmanian (organic needs), yaitu merpukan motif  yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu atau ornanisme, misalnya motif  minum,makan,kebutuhan pernafasan,seks,kebutuhan beristirahat.   

§         Motif  darurat (emergency motives), yaitu merupakan motif untuk tindakan-tindakan dengan segera karena sekitar menuntutnya, misalnya motif untuk melepaskan diri dari bahaya,motif melawan,motif untuk mengatasi rintangan-rintangan, motif untuk bersaing.

§         Motif obyektif (obyective motives) yaitu merupakan motif untuk mengadakan hubungan dengan kedaan sekitarnya, baik terhadap orang-orang atau benda-benda. Misalnya, motif eksplorasi,motif manipulasi,minat. Minat merupakan motif yang tertuju kepada sesuatu yang khusus.

Berikut ini adalah motif-motif yang timbul pada diri manusia ketika berkomunikasi :
·         Motif informatif , yaitu segala sesuatu yang berhungan dengan hasrat untuk memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan
·         Motif  hiburan, yaitu hal-hal yang berkenaan untuk mendapatkan rasa senang
·         Motif  integrasi personal, merupakan motif-motif yang timbul akibat keinginan untuk memperteguh status, kredebilitas,rasa percaya diri,dll
·         Motif  integratif sosial, dimaksudkan untuk memperteguh kontak sosial dengan cara berinteraksi dengan keluarga,teman,orang lain
·         Motif pelarian, merupakan motif pelepasan diri dari rutinitas,rasa bosan,atau ketika sedang sendiri.

3.      Peranan Motif
Pada umumnya peranan motif dalam segala tingkah laku manusia besar sekali, misalnya saat kita sedang menonton televisi di malam hari. Pada saat itu sebenarnya banyak sekali suara yang bisa kita dengar selain suara televisi. Seperti : suara serangga malam,anjing yang menyalak,detik-detik jam dinding,suara kendraan lewat dan bunyi-bunyi lainya di malam hari. Semua itu secara obyektif bisa kuta dengar melalui telinga kita tapi, ketika kita sedang menonton televisi kita tidak menafsirkan suara lain karena perhatian kita dicurahkan kepada televisi. Dalam hal ini nyata benar bahwa kita tidak hanya mendengar dengan telinga,tetapi didalamnya juga terlibat minat dan perhatian kita yang mengarahkan kita untuk fokus terhadap televisi tersebut. Singkatnya, minat dan perhatian kita ditentukan oleh motif-motif yang terdapat pada kita pada waktu itu

Kesimpulan
Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa,motif merupakan suatu dorongan dan kekutan yang berasal dari dalam diri seseorang  baik yang disadari maupun yang  tidak disadiri untuk mencapai tujuan tertentu.
Motif dapat dibedakan menjadi 4 macam,yaitu :
·    Motif tungal,motif bergabung
·    Motif  biogenetis
·    Motif  sosiogenetis
·    Motif  teogenetis
Sedangkan menurut  Wood Wort dan Marquis, motif dibedakan menjadi, 3 yaitu :
·         Motif  yang berhubungan dengan kebutuhan kejasmanian (organis need)
·         Motif darurat (emergenscy motives)
·         Motif obyektif (obyective motives)
Motif  memiliki peranan yang besar sekali dalam sagala tingkah laku manusia, misalnya saat sedang  menonton tv di malam hari. Minat dan perhatian kita di tentukan oleh motif-motif yang  terdapat  pada kita waktu itu.
Pertanyaan
1.      Jelasskan penertian motif menurut winkel?
2.      Jelaskan pengertian motif secara umum?
3.      Apa yang dimaksud dengan motif biogenetis dan motif sosiogenetis?
4.      Motif-motif apa saja yang timbul pada diri manusia ketika berkomunikasi?
5.      Jelaskan tentang peranan motif?


Jawaban
1.      Motif adalah pengerak dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu demi mencapai tujuan tertentu.
2.      Motif merupakan suatu dorongan dan kekuatan,yang berasal dari dalam diri seseorang baik yang disadari maupun tidak disadari untuk mencapai tujuan tertentu.
3.      M otif biogenetis adalah motif yang berkembang pada diri orang dan berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme orang demi kelanjutan,kehidupannya secara biologis.
Motif sosiogenetis adalah motif-motif  yang dipelajari orang dan berasal dari lingkungan, kebudayaan, tempat orang itu berada dan berkembang berdasarkan interaksi sosioal dengan orang-orang atau hasil kebudayaan orang.
4.      Motif sangat mempengaruhi ketercapaian tujuan seseorang. Misalnya pada suatu waktu seseorang mempunyai motif untuk belajar, tetapi juga mempunyai motif untuk melihat film. Dengan keadaan demikian maka akan terjadi pertentangan atau konflik dalam diri orang tersebut antara motif yang satu dengan motif yang lain. Jadi,  hal tersebut dapat menimbulkan konflik motif karena ada tujuan yang ingin dicapai sekaligus secara bersamaan yang dapat menimbulkan tujuan tersebut  tidak tercapai.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar